Kenapa Istri Boros dan Suka Belanja Tanpa Sepengetahuan Suami

Mungkin ini adalah salah satu pembahasan yang paling menarik dari semua artikel tentang permasalahan suami yang seringkali bertanya tentang hal-hal yang berhubungan dengan istrinya. Kenapa istri boros setelah menikah? Sebuah pertanyaan yang membutuhkan penjelasan panjang lebar, dan kami akan mencoba menjawabnya sesuai kapasitas kami sebagai penulis artikel dalam rangka menyajikan informasi yang bermanfaat dan relevan untuk anda para suami yang kebetulan sedang mencari jawaban atas pertanyaan yang berhubungan dengan permasalahan rumah tangga.

Kenapa istri menjadi boros dan suka belanja setelah menikah?

Seorang perempuan, entah sudah menjadi kebiasaan, naluri atau memang sudah ada dari dulu memang terkesan boros dan suka belanja. Isu ini semakin menguak ketika waktu terus bergulir tanpa mengindahkan nilai-nilai sosial dan tenggang rasa. Tapi ada satu hal yang patut untuk dipahami oleh seorang suami bahwa permasalahan yang berhubungan dengan boros dan tidaknya seorang istri adalah sebuah fenomena yang subjektif, artinya permasalahan ini tidak dialami oleh setiap suami, namun hanya segelintir saja. Sebab diluar sana masih banyak istri yang bisa bersikap bijaksana terhadap keuangan keluarga. Mereka (para istri) juga bisa memanajemen uang yang diperolehnya sendiri maupun yang diberikan oleh para suaminya. So, artikel ini hanya kami dedikasikan untuk anda yang kebetulan memiliki istri "yang kurang cerdas membelanjakan uang" saja.
Kenapa Istri Boros dan Suka Belanja
Ada banyak alasan yang bisa dengan mudah dan tak kasat mata ditemukan oleh anda sebagai suami yang menjadi alasan kenapa istrinya menjadi boros dan suka berbelanja setelah menikah. Dan lagi-lagi seorang suami harus benar-benar bijaksana sebelum benar-benar memutuskan apakah istrinya boros atau tidak. Sebab seorang istri tidak bisa disebut boros jika dia memang membelanjakan uang untuk kebutuhan dan kepentingan seluruh anggota keluarga (diluar kebutuhan orangtua dan mertua).

Lalu bagaimanakah jika istri anda benar-benar boros dan sebagian besar uang dibelanjakan/digunakan untuk kebutuhan pribadinya semata ? Berikut ini adalah penjelasannya :

1. Terbiasa Hidup Mewah Semenjak Belum Menikah

Gaya hidup mewah tidak mengenal darimana seseorang itu berasal, termasuk istri anda.

Gaya hidup adalah sebuah pilihan setiap istri. Ada yang bisa menyesuaikan dan ada juga yang kebawa-bawa alias hanya ikut-ikutan karena didasari oleh pergaulan saja.

Kebiasaan gaya hidup mewah semenjak belum menikah bisa terbawa-bawa hingga setelah menikah. Dan itu adalah kewajiban setiap pasangan suami-istri untuk mengendalikannya.

Seorang istri yang berasal dari keluarga berkecukupan tidak bisa disebut sebagai perempuan yang boros mengingat dia memiliki tolak ukur terhadap kebutuhan dan keinginan serta gaya hidupnya sendiri. Dan seorang suami juga hendaknya mengetahui hal tersebut. Sebab ukuran kata boros itu sangat objektif. Artinya pengeluaran 15 juta untuk pasangan yang terbiasa mengeluarkan uang bulanan sebesar 50 juta tidak bisa dikatakan sebagai tindakan pemborosan.

Pemborosan yang kami maksud adalah tindakan penghamburan uang untuk sesuatu yang tidak dibutuhkan sehingga menyebabkan kebutuhan utama diabaikan atau bahkan tidak terpenuhi.

Dan jika seorang istri yang terbiasa hidup mewah disertai sikap/rasa tidak sadar terhadap kebutuhan utama rumah tangga biasanya akan bersikap boros dikarenakan dia belum (atau bahkan tidak) mempedulikan kebutuhan utama dalam rumah tangga.

Tugas seorang suami yang kebetulan memiliki pasangan istri seperti ini adalah memberikan pengarahan supaya kebutuhan utama rumah tangga diutamakan, kemudian kebutuhan yang tidak mendesak bisa menyusul atau diabaikan sebelum benar-benar menjadi kebutuhan yang mendesak.

Ambil contoh seorang suami harus bisa memberikan pengarahan dan penjelasan kepada istrinya supaya bisa mengendalikan diri untuk membeli gaun pesta. Sebab gaun tersebut tentunya tidak akan digunakan setiap hari dan bukanlah kebutuhan utama dalam menjalani rumah tangga.

2. Tidak Bisa Mengendalikan Diri

Seorang perempuan (istri) cenderung dianggap sebagai pribadi yang panasan ketika berhadapan dengan rekan sesama perempuan. Sikap 'panasan' ini jika tidak dikendalikan bisa membuat seorang istri melakukan pemborosan.

Ambil contoh Nyonya X merasa iri/panas melihat tetangganya membeli cincin berlian, dia kemudian (tanpa meminta izin kepada suaminya) mengambil uang tabungan untuk membeli cincin berlian yang sama atau lebih mahal dari tetangganya. Tindakan seperti ini tentunya merupakan sebuah pemborosan yang tidak memberikan manfaat sama sekali terhadap keluarga, sebab rumah tangga itu bukan untuk memenuhi gengsi, melainkan untuk mendapatkan ridho-Nya.

3. Dipanas-Panasi Rekannya

Tidak jauh berbeda dengan poin kedua, seorang istri yang 'dikompori' oleh rekan-rekannya cenderung akan melakukan tindakan sepihak tanpa mengkompromikan terlebih dahulu dengan suaminya. Dan ketika tindakan tersebut mengarah kepada materi, maka tindakan pemborosan akan dilakukan tanpa sepengetahuan sang suami.

Untuk menyiasati sikap istri seperti ini, seorang suami dituntut untuk lebih bijaksana. Sebab menjauhkan istri dari pengaruh luar cenderung lebih sulit daripada meredakan keinginan istri terhadap pengeluaran keuangan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat.

4. Terpengaruh Oleh Iklan

Sepertinya ini lucu banget dan banyak orang yang tidak percaya. Akan tetapi fakta membuktikan bahwa perempuan adalah sosok makhluk yang sangat senang dengan merk-merk terkenal. Mereka akan mengedepankan untuk memiliki sesuatu yang diiklan di media cetak maupun elektronik tanpa mempedulikan manfaatnya untuk rumah tangga. Dan inipun membutuhkan peran pro aktif anda sebagai suami untuk mengendalikan istri anda tidak membelanjakan uang untuk sesuatu yang tidak bermanfaat.

Mungkin itu sebagian penjelasan dari kami mengenai beberapa alasan kenapa istri menjadi lebih boros dan suka belanja setelah menikah. Semoga artikel ini bisa memberikan tambahan informasi, wawasan, pengetahuan dan pengalaman untuk kita semua. Amin

Akhir kata kami ucapkan terima kasih atas atensi dan kunjungan anda, sampai jumpa di kesempatan yang akan datang dengan artikel informatif lainnya.